Banaran, Juli 2025 — Suasana berbeda tampak di lingkungan PPTQ Bani Ali Mursyad PSM Banaran setiap Jum’at siang. Setelah selesai kegiatan belajar-mengajar dan ibadah Jum’at, para santri — baik putra maupun putri — mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Banjari, sebuah kegiatan seni Islami yang sudah menjadi bagian penting dalam pengembangan bakat dan semangat kebersamaan santri

Kegiatan ini dilaksanakan secara terpisah: santri putri berkumpul di aula pesantren, sedangkan santri putra mengikuti latihan di ruang kelas yang telah disiapkan. Kegiatan ini dikoordinasikan oleh pembimbing masing-masing dan berlangsung secara rutin setiap pekan.
Melestarikan Seni Sholawat Tradisional
Banjari merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional yang menggabungkan irama rebana dan lantunan sholawat nabi. Dengan semangat cinta Rasulullah SAW, para santri diajak untuk mengekspresikan rasa syukur, kekaguman, dan semangat dakwah melalui irama dan suara yang penuh makna.
“Kegiatan ini bukan hanya hiburan, tapi juga sarana pendidikan karakter. Santri diajarkan kekompakan, disiplin, adab saat tampil, dan semangat berdakwah dengan seni,” ungkap salah satu pembina ekstrakurikuler.
Antusiasme Santri Menggema di Dua Tempat
Di aula, kelompok santri putri tampak semangat membentuk lingkaran, memegang rebana masing-masing, lalu bershalawat dengan irama yang sudah mereka pelajari sebelumnya. Suara mereka bergema merdu, penuh semangat, namun tetap dalam koridor adab pesantren.
Sementara itu di kelas putra, para santri berkumpul dengan format serupa. Salah satu dari mereka memimpin vokal, sementara yang lain mengatur ketukan dan tempo rebana. Mereka saling melatih, memperbaiki komposisi, dan berlatih formasi untuk persiapan tampil di berbagai acara pesantren.
“Kami senang bisa ikut banjari karena bisa belajar sholawat bareng dan menyalurkan bakat,” ujar salah satu santri putra usai latihan.
Menumbuhkan Rasa Cinta Rasul dan Ukhuwah
Ekstrakurikuler Banjari ini bukan hanya sekadar pelatihan seni. Di balik irama dan lantunan, tersimpan pesan ukhuwah, kedisiplinan, kekompakan, serta kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Para santri juga dilatih untuk tampil percaya diri, menghargai sesama, dan siap berkontribusi dalam acara keagamaan yang melibatkan masyarakat pesantren.
Membentuk Generasi yang Islami dan Berbakat
PPTQ Bani Ali Mursyad berkomitmen tidak hanya mencetak santri yang kuat secara keilmuan dan hafalan, tetapi juga mengembangkan potensi seni dan budaya Islami yang relevan dengan perkembangan zaman. Melalui kegiatan seperti Banjari, diharapkan lahir generasi yang cinta sholawat, punya jiwa seni, dan tetap berpijak pada nilai-nilai pesantren.
📲 Dokumentasi kegiatan dapat dilihat di kanal resmi pesantren:
📷 Instagram: @pptqbanialimursyad
🎵 TikTok: @pondokbanaran_
▶️ YouTube: Pondok Banaran Official
🕊️ Dengan sholawat dan seni, santri belajar mencintai Rasulullah dengan cara yang indah dan penuh makna