Pembiasaan Bersalaman Usai Apel Pagi, Cara MA Bani Ali Mursyad Cetak Generasi Qur’ani

Magetan, 1 September 2025/8 Rabiul Awal 1447H – Sebagai madrasah terbaik di Magetan yang dikenal mencetak generasi Qur’ani berakhlakul karimah, MA Bani Ali Mursyad PSM Banaran terus menanamkan nilai adab dan akhlak mulia kepada siswanya. Salah satu tradisi yang dijalankan secara konsisten adalah pembiasaan bersalaman antara siswa dengan guru setelah apel pagi.

Kegiatan sederhana ini membawa makna mendalam. Guru diposisikan sebagai orang tua kedua di sekolah, sementara sikap hormat dan santun siswa menjadi wujud nyata bakti serta penghargaan terhadap ilmu. Suasana penuh keakraban tampak ketika siswa dengan ramah memberikan salam dan menjabat tangan guru mereka.

Menurut Bu Saroh, salah satu guru di MA Bani Ali Mursyad, tradisi ini mengajarkan siswa untuk menghargai ilmu dan orang yang menyampaikannya. “Bersalaman bukan sekadar gestur fisik, tetapi bentuk penghormatan, silaturahmi, dan kesiapan hati untuk menerima ilmu dengan lapang,” jelasnya.

Sejalan dengan pandangan Imam Al-Ghazali, guru adalah sosok mulia yang bertugas menyucikan hati murid serta mengarahkan mereka mendekat kepada Allah. Maka, berbakti kepada guru menjadi bagian penting dalam menciptakan keberkahan ilmu.

Selain bersalaman, siswa juga diajarkan berbagai adab berbakti kepada guru, mulai dari berbicara sopan, tidak menyela saat guru berbicara, hingga mendoakan kebaikan untuk para pendidik. Semua ini dirancang untuk menumbuhkan sikap rendah hati, tanggung jawab, dan rasa hormat terhadap ilmu.

Tradisi bersalaman ini telah menjadi ciri khas MA Bani Ali Mursyad. Melalui pembiasaan sederhana namun penuh makna, madrasah berharap dapat mencetak generasi muda yang berakhlak mulia, menghormati guru, dan siap meraih cahaya ilmu dengan keberkahan.

Scroll to Top