Mulok Kitab Kuning Sebagai Tonggak Terbentuknya Akhlakul Karimah Siswa-Siswi MTs Bani Ali Mursyad PSM Banaran

Pembelajaran kitab kuning di sekolah, baik formal maupun non-formal, berperan penting dalam mendalami ilmu agama Islam dan membentuk karakter mulia siswa. Kitab kuning, yang merupakan warisan intelektual Islam, menjadi sumber utama dalam mempelajari berbagai disiplin ilmu keislaman seperti fikih, tafsir, hadis, dan ilmu alat seperti nahwu dan shorof. Pembelajaran ini tidak hanya memberikan pemahaman mendalam tentang agama, tetapi juga membentuk akhlakul karimah dan kepribadian yang kokoh terhadap siswa dan siswi.

LALU BAGAIMANA UPAYANYA?

Upaya yang dilakukan adalah memasukan muatan kitab kuning dalam pembelajaran formal termasuk MTs Bani Ali Mursyad PSM Banaran, dalam pembelajaran kitab kuning siswa dibekali wawasan keilmuan fikih yang berkaitan dengan ibadah dan kehidupan mereka sehari -hari (muamalah) sehingga mereka tau dan paham batasan – batasan secara fikih di kehidupan mereka. Siswa memiliki kepribadian yang kuat, berpegang teguh pada nilai-nilai agama khususnya yang sudah tertuang dalam Al-Qur’an, Hadist, Ijma dan Qiyas.

Berangkat dari upaya pembelajaran kitab kuning diatas diharapkan mampu membekali siswa dan siswi MTS Bani Ali Mursyad PSM Banaran dalam menghadapi tantangan zaman yang dimana keteguhan prinsip agama sangat diperlukan demi terjaganya aspek moral dan spiritual yang mereka miliki.

Tidak hanya sebagai upaya membentuk akhlakul karimah para siswa tetapi juga bagian dari melestarikan eksistensi kitab kuning sebagai warisan intelektual para tokoh – tokoh terdahulu. Sehingga pembelajaran kitab kuning tetap lestari baik sebagai sebuah karya ataupun sumber belajar. kitab kuning sebagai sumber belajar pada lembaga pendidikan menjadi penting dan perlu  dilakukan  karena  sejatinya  kitab  kuning  dapat  menjadi  rujukan  dalam  pengembangan pendidikan nasional termasuk dalam pembentukan karakter.

Metode pembelajaran yang digunakan pun bervariatif diantaranya:

  1. Model Sorogan

Peserta didik menghadap secara langsung kepada guru secara individual untuk menyetorkan bacaan kitab yang telah dipelajari.

  1. Model Diskusi

Peserta didik secara berkelompok mencermati dan memahami materi yang sudah disampaikan, kemudian menjelaskan kembali tentang materi yang mereka diskusikan.

  1. Model Tanya Jawab

Peserta didik ataupun guru saling memberikan pertanyaan terkait materi yang dibahas sehingga memicu keaktifan para peserta didik.

  1. Model Ceramah

Peserta didik mendengarkan, menulis dan memahami secara langsng tentang materi yang dibahas.

Dengan penggunaan metode yang bervariatif tersebut diharapkan pembelajaran dapat berlangsung dengan baik, tidak terkesan monoton dan lebih menarik dalam hal pembelajaran kitab kuning. Sehingga tujuan membentuk akhlakul karimah siswa siswi MTS Bani Ali Mursyad PSM Banaran bisa tercapai dengan maksimal.

Subscribe Youtube MTs Bani Ali Mursyad PSM Banaran:

https://youtube.com/@mtsbanialimursyad?si=UAuXmeTBqzfJWugb

Follow Media Sosial Kami :

IG : https://www.instagram.com/mtsbanialimursyad?igsh=M3JoeHF2Znd1eHA=

FB: https://www.facebook.com/share/1AgSUFUKNF/

TikTok : https://www.tiktok.com/@mtsbanialimursyad?_t=ZS-8yEDOSyr0rd&_r=1

📱Info Admin PPDB
wa.me/+6282331588331 (Bu Narsiyah, S.Pd)

 

Scroll to Top