Menelusuri Jejak Perjuangan: K.H. Sardjo Kupas Sejarah PSM di Pengajian Malam Ahad Santri PPTQ Bani Ali Mursyad

Banaran, Malam Ahad — Masjid PPTQ Bani Ali Mursyad PSM Banaran kembali dipenuhi para santri yang bersiap menyimak mauidzah hasanah dari K.H. Sardjo. Pada kesempatan kali ini, beliau mengangkat tema istimewa: Sejarah Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien (PSM), sebagai pengingat akan perjuangan para pendiri dan nilai luhur yang harus diwarisi.

Dengan gaya penyampaian yang mengalir, K.H. Sardjo menuturkan bahwa PSM berdiri atas landasan dakwah dan pendidikan Islam, berawal dari niat suci para pendiri yang menginginkan generasi berilmu, berakhlak, dan beramal shalih. Beliau menjelaskan perjalanan pondok dari masa awal yang penuh keterbatasan, perjuangan membangun fasilitas, hingga berkembang menjadi lembaga pendidikan yang dikenal luas.

Warisan Perjuangan untuk Generasi Santri
Dalam ceramahnya, K.H. Sardjo menekankan bahwa sejarah bukan sekadar kisah masa lalu, tetapi sumber motivasi untuk melanjutkan perjuangan. “Jika para pendiri pondok berjuang tanpa kenal lelah demi menegakkan pendidikan Islam, maka kita sebagai santri harus berjuang dengan cara menjaga ilmu, akhlak, dan amanah,” pesan beliau.

Pengajian ini menjadi momen refleksi bagi santri, bahwa keberadaan mereka hari ini adalah buah dari doa, usaha, dan pengorbanan para ulama dan pendahulu.

Melestarikan Tradisi Ilmu
Sebagaimana tradisi, pengajian malam Ahad ini diikuti seluruh santri putra, dan disiarkan secara daring agar alumni dan masyarakat luas dapat turut mengambil manfaat.

📲 Ikuti kegiatan kajian dan aktivitas edukatif lainnya melalui akun resmi pesantren:

 

Scroll to Top