Mbah Kyai Hasan Ulama

Profil Kyai Hasan Ulama

Identitas dan Latar Belakang

  • Nama lengkap: Mbah Kyai Hasan Ulama (juga disebut Kiai Hasan Ulama’), putra dari Kyai Kholifah (Pangeran Kertopati), seorang penasihat spiritual Pangeran Diponegoro yang ikut serta dalam Perang Diponegoro melawan VOC.

  • Era hidup: Lahir akhir abad ke-19, wafat sekitar 1920 M (1338–1920 M).

  • Keilmuan: Ulama sufi ahli hikmah dan pemimpin tarekat Syathariyah (mursyid), yang mendapatkan penahbisan dari guru-guru tarekat di Pondok Tegalrejo, Nguntoronadi.


Pendirian Pondok Takeran

Pada tahun 1880 M (1303 H), beliau bersama Kyai Muhammad Ilyas mendirikan Pondok Takeran, yang berakar pada tradisi pesantren salaf (sorogan, bandongan, wetonan), sekaligus menjadi pusat spiritual tarekat Syathariyah yang melahirkan ribuan santri dari Nusantara.

Beliau juga aktif mendirikan langgar/surau di desa-desa sekitar Takeran dan Ponorogo sebagai bagian dari dakwah dan pengembangan moral masyarakat setempat.


Warisan dan Lanjutan

Setelah wafatnya pada awal abad ke-20, kepemimpinan pesantren dilanjutkan oleh putra-putranya:

  • KH. Imam Muttaqien (w. 1936)

  • KH. Imam Mursyid Muttaqien, yang kemudian memodernisasi pesantren dan mengganti namanya menjadi PSM pada 16 September 1943.

Model pondok tradisional dan pengelolaan tarekat yang beliau bentuk menjadi fondasi kuat bagi modernisasi selanjutnya di era KH. Imam Mursyid Muttaqien.


Ringkasan

  • Peran: Pendiri Pondok Takeran dan mursyid tarekat Syathariyah

  • Sejarah Hidup: Anak bangsawan spiritual Pangeran Diponegoro, wafat awal 1920-an

  • Pendekatan Dakwah: Pendidikan tradisional pesantren + kegiatan spiritual komunitas (langgar)

  • Warisan: Fondasi tarekat dan lembaga yang berkembang menjadi PSM

Scroll to Top