Oleh: Lusi Mayangsari, S.Pd., M.Pd

Pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat madrasah atau sekolah menengah pertama tidak hanya membutuhkan penguasaan tata bahasa, tetapi juga kemampuan siswa dalam memahami dan menggunakan kosakata (vocabulary). Penguasaan kosakata menjadi salah satu dasar penting dalam keterampilan berbahasa karena siswa akan mengalami kesulitan memahami teks, berbicara, menulis, maupun menyimak apabila memiliki perbendaharaan kata yang terbatas.
Namun, dalam praktiknya, pembelajaran kosakata sering kali masih dilakukan melalui kegiatan menghafal dan mencatat. Metode tersebut terkadang membuat siswa cepat merasa bosan dan kurang aktif selama proses pembelajaran. Salah satu alternatif yang dapat diterapkan guru adalah menggunakan ice breaking berupa permainan Simon Says.
Simon Says sebagai Strategi Pembelajaran
Simon Says merupakan permainan sederhana yang menggunakan instruksi dalam bahasa Inggris. Dalam permainan ini, seorang pemimpin atau guru memberikan perintah kepada peserta didik, misalnya, “Simon says, stand up!”, “Simon says, touch your nose!”, atau “Simon says, raise your right hand!”. Siswa hanya boleh melakukan perintah apabila kalimat tersebut diawali dengan ungkapan “Simon says”.
Permainan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai ice breaking sekaligus media pembelajaran kosakata. Guru dapat memilih kosakata sesuai dengan materi yang sedang dipelajari, seperti anggota tubuh (body parts), aktivitas sehari-hari (daily activities), benda-benda di kelas (classroom objects), maupun kata kerja (verbs). Dengan demikian, kegiatan ice breaking tidak hanya berfungsi untuk mencairkan suasana kelas, tetapi juga dapat diintegrasikan dengan tujuan pembelajaran.
Menciptakan Pembelajaran yang Lebih Aktif
Penerapan Simon Says memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendengarkan, memahami, dan merespons instruksi dalam bahasa Inggris secara langsung. Ketika guru mengatakan, “Simon says, clap your hands,” siswa harus memahami makna kata clap dan hands sebelum melakukan gerakan. Proses tersebut menciptakan hubungan antara kata, makna, dan tindakan. Kosakata yang awalnya hanya didengar atau dibaca menjadi lebih mudah dipahami karena siswa memperoleh pengalaman langsung melalui gerakan tubuh.
Pembelajaran seperti ini juga dapat mengurangi suasana pembelajaran yang monoton. Siswa tidak hanya duduk, mencatat, dan menghafalkan daftar kosakata, tetapi terlibat secara fisik dan mental dalam kegiatan pembelajaran.
Meningkatkan Daya Ingat Kosakata
Salah satu keunggulan penggunaan permainan dalam pembelajaran bahasa adalah adanya pengulangan kosakata dalam suasana yang menyenangkan. Guru dapat memberikan instruksi yang sama beberapa kali dengan variasi gerakan. Misalnya, kata jump, sit, stand, walk, turn, dan clap dapat digunakan secara berulang dalam permainan.
Pengulangan tersebut membantu siswa mengingat kosakata tanpa merasa sedang melakukan kegiatan menghafal secara formal. Ketika siswa mendengar kata jump, misalnya, mereka menghubungkannya dengan gerakan melompat. Hubungan antara kata dan pengalaman fisik tersebut dapat membantu memperkuat pemahaman makna kata.
Selain itu, permainan dapat dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, guru menggunakan kosakata yang sederhana. Setelah siswa memahami aturan permainan, tingkat kesulitan dapat ditingkatkan dengan menggunakan instruksi yang lebih panjang, seperti “Simon says, put your book on the table” atau “Simon says, open your English book.”
Meningkatkan Partisipasi Siswa
Penggunaan Simon Says juga dapat mendorong siswa untuk berpartisipasi dalam pembelajaran. Siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mendengarkan instruksi dan memberikan respons. Bahkan siswa yang biasanya pasif dalam kegiatan pembelajaran dapat terdorong untuk mengikuti permainan.
Dari perspektif pembelajaran, keterlibatan siswa merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna. Ketika siswa aktif mendengarkan, bergerak, dan merespons, mereka memperoleh kesempatan lebih banyak untuk berinteraksi dengan bahasa yang sedang dipelajari. Guru juga dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjadi pemimpin permainan. Dengan demikian, siswa tidak hanya berperan sebagai penerima instruksi, tetapi juga belajar mengucapkan kosakata dan kalimat perintah dalam bahasa Inggris.

Tahapan Penerapan di Kelas
Penerapan Simon Says dapat dilakukan melalui beberapa tahapan sederhana. Pertama, guru memperkenalkan sejumlah kosakata yang akan digunakan dalam permainan. Guru dapat menggunakan gambar, benda nyata, gerakan, atau demonstrasi untuk menjelaskan arti kata.
Kedua, guru menjelaskan aturan permainan. Siswa hanya boleh mengikuti perintah jika guru mengucapkan “Simon says” sebelum instruksi. Jika guru memberikan perintah tanpa ungkapan tersebut, siswa harus tetap diam.
Ketiga, guru memulai permainan dengan instruksi sederhana. Contohnya:
“Simon says, stand up!”
“Simon says, sit down!”
“Simon says, raise your hand!”
“Touch your head!”
Pada instruksi terakhir, siswa seharusnya tidak melakukan gerakan karena guru tidak mengucapkan “Simon says”.
Keempat, guru dapat meningkatkan tingkat kesulitan dengan menggunakan kosakata baru atau instruksi yang lebih panjang. Pada tahap akhir, beberapa siswa dapat diberi kesempatan untuk menjadi pemimpin permainan dan memberikan instruksi kepada teman-temannya.
Tidak Sekadar Permainan
Meskipun terlihat sederhana, Simon Says dapat dirancang menjadi bagian dari strategi pembelajaran kosakata. Guru dapat melakukan evaluasi sederhana setelah permainan. Misalnya, siswa diminta menyebutkan kembali kosakata yang digunakan, mencocokkan kata dengan gambar, membuat kalimat sederhana, atau menerjemahkan beberapa instruksi.
Guru juga dapat membandingkan penguasaan kosakata siswa sebelum dan setelah kegiatan. Misalnya, sebelum permainan siswa diberikan pre-test sederhana dan setelah kegiatan diberikan post-test. Hasil tersebut dapat digunakan sebagai data untuk melihat perkembangan penguasaan kosakata siswa.Dengan pendekatan tersebut, Simon Says tidak hanya menjadi kegiatan pengisi waktu ketika siswa mulai bosan, tetapi dapat menjadi bagian dari pembelajaran yang memiliki tujuan, langkah kegiatan, dan evaluasi.
Pembelajaran Bahasa Inggris yang Menyenangkan
Penerapan Simon Says menunjukkan bahwa pembelajaran kosakata dapat dilakukan melalui aktivitas yang sederhana, interaktif, dan menyenangkan. Permainan ini memungkinkan siswa belajar melalui kombinasi antara mendengar, memahami, bergerak, dan mengucapkan kosakata.Bagi guru, Simon Says juga relatif mudah diterapkan karena tidak membutuhkan media pembelajaran yang kompleks. Guru dapat menyesuaikan kosakata dan instruksi dengan tingkat kemampuan siswa serta materi yang sedang dipelajari.
Pada akhirnya, keberhasilan pembelajaran kosakata tidak hanya bergantung pada banyaknya kata yang dihafalkan siswa, tetapi juga pada seberapa sering dan bermakna kosakata tersebut digunakan. Melalui kegiatan seperti Simon Says, siswa dapat memperoleh pengalaman belajar bahasa Inggris yang lebih aktif dan kontekstual. Dengan demikian, ice breaking dapat memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar mencairkan suasana kelas. Apabila dirancang sesuai dengan tujuan pembelajaran, Simon Says dapat menjadi salah satu alternatif aktivitas pembelajaran yang membantu siswa mengenal, memahami, mengingat, dan menggunakan kosakata Bahasa Inggris dalam suasana belajar yang menyenangkan.
Subscribe Youtube MTs Bani Ali Mursyad PSM Banaran: https://youtube.com/@mtsbanialimursyad?si=UAuXmeTBqzfJWugb
Follow Media Sosial Kami :
IG : https://www.instagram.com/mtsbanialimursyad?igsh=M3JoeHF2Znd1eHA=
FB: https://www.facebook.com/share/1AgSUFUKNF/
TikTok : https://www.tiktok.com/@mtsbanialimursyad?_t=ZS-8yEDOSyr0rd&_r=1
Informasi PPDB : http://wa.me/+6282331588331 (Bu Narsiyah, S.Pd)