Magetan, 11 Agustus 2025/17 Shafar 1447H – Suasana kelas di MA Bani Ali Mursyad PSM Banaran hari ini terasa berbeda. Para siswa terlihat penuh semangat mengikuti pembelajaran Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil ‘Alamin (P5RA) bertema “Bioteknologi Karyaku, Wirausaha Jiwaku”. Dalam proyek ini, mereka belajar secara langsung membuat fermentasi tapai singkong—sebuah pengalaman yang menggabungkan ilmu pengetahuan dengan keterampilan kewirausahaan.
Belajar Sains dengan Cara Menyenangkan
Berbeda dari pembelajaran di kelas yang hanya mengandalkan buku, siswa kali ini terjun langsung mempraktikkan teori bioteknologi. Mereka melakukan setiap tahap pembuatan tapai singkong mulai dari memilih bahan, mengupas, merendam, mengukus, mendinginkan, hingga menaburkan ragi. Semua proses dilakukan dengan teliti sesuai prosedur ilmiah, sehingga siswa memahami bagaimana mikroorganisme bekerja dalam fermentasi.
“Belajar seperti ini membuat saya lebih paham konsep bioteknologi, sekaligus melihat peluang bisnis dari produk tradisional seperti tapai,” ungkap salah satu siswa dengan antusias.
Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Sejak Dini
Mengusung tema “Wirausaha Jiwaku”, proyek ini tidak hanya fokus pada sains, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan berbisnis. Mereka belajar menghitung biaya produksi, merancang strategi pemasaran, hingga memikirkan pengembangan produk agar memiliki nilai jual tinggi. Dengan begitu, pembelajaran menjadi lebih bermakna dan relevan untuk kehidupan di masa depan.
Aspek Profil Pelajar Pancasila dalam Proyek P5RA
Proyek ini dirancang selaras dengan Profil Pelajar Pancasila, mencakup:
-
Beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia – Mensyukuri hasil bumi yang dapat diolah menjadi produk bermanfaat.
-
Gotong royong – Bekerja sama dalam kelompok saat membuat tapai.
-
Kreatif dan inovatif – Mengembangkan variasi produk fermentasi yang lebih menarik.
-
Bernalar kritis – Menganalisis proses fermentasi dari sisi ilmiah dan bisnis.
-
Mandiri – Bertanggung jawab terhadap tugas dan hasil kelompok.
Hasil Proyek yang Menginspirasi
Setelah beberapa hari proses fermentasi, tapai singkong yang dihasilkan memiliki tekstur lembut dan rasa manis khas. Produk ini tidak hanya menjadi bukti keberhasilan pembelajaran, tetapi juga dapat dikemas dan dijual sebagai contoh nyata usaha berbasis kearifan lokal.
Kegiatan ini membuktikan bahwa pembelajaran berbasis proyek mampu menciptakan pengalaman belajar yang seru, bermakna, dan membekali siswa dengan keterampilan abad 21.
